SEMARANG - Di lansir laman KOMPAS.COM Libur Lebaran lalu, wisatawan ramai mengunjungi obyek wisata Lawang
Sewu, Semarang, Jawa Tengah. Wisatawan datang dari berbagai daerah untuk
melihat koleksi peninggalan kereta api masa lampau. Namun, wisatawan
mengeluhkan fasilitas parkir saat mengunjungi Lawang Sewu.
“Ketika datang, kami kesulitan untuk parkir. Kalau tidak ditemani
teman, ya gak tahu. Di samping (Lawang Sewu) ada, tapi penuh,” kata
wisatawan dari Surabaya, Rendy kepada KompasTravel saat ditemui beberapa hari lalu di Lawang Sewu.
Datang bersama istri dan anak, Rendy berangkat menggunakan mobil
pribadi dari Surabaya. Ia mengatakan di tempat parkir tak resmi milik
Lawang Sewu didominasi oleh kendaraan dari Jakarta, Kudus, Jepara, dan
Demak.
Manager Museum PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sapto Hartoyo, saat dikonfirmasi KompasTravel
mengatakan persoalan parkir memang menjadi kendala bagi pihak Lawang
Sewu. Menurut Sapto, Lawang Sewu telah menjadi ikon obyek wisata yang
menarik kunjungan para wisatawan.
“Belum ada solusi untuk parkir. Kita serahkan Pemerintah Kota
(Semarang). Parkir merupakan kendala sampai saat ini. Kita sudah gak
punya lahan lagi,” kata Sapto.
Pantauan KompasTravel, para pengunjung Lawang Sewu yang
menggunakan motor memarkirkan kendaraan di dekat kali yang terletak di
sebelah bangunan. Motor-motor menghadap ke arah kali yang hanya dapat
dimuati dua baris kendaraan.
Sapto menuturkan jumlah pengunjung Lawang Sewu pada hari-hari biasa
mencapai 750-1.500 orang per hari. Bahkan jika pada akhir pekan,
pengunjung dapat mencapai 2.500 orang. Dengan jumlah tersebut, lanjut
Sapto, persoalan parkir adalah tantangan yang harus diatasi bersama
dengan Pemkot Semarang.
Lawang Sewu dalam bahasa Indonesia berarti "pintu seribu". Bangunan
ini memiliki koleksi foto, benda-benda, peta, dan koleksi lain yang
berhubungan dengan sejarah kereta api di Indonesia.
Sumber : Kompas.com












